Entri Populer

Jumat, 26 Agustus 2016

Behind The Scene TASQUT “Ayo Melangkah Mendapat Berkah Al Quran!” PART 1




(١٥٥) تُرْحَمُونَ لَعَلَّكُمْ وَاتَّقُوا فَاتَّبِعُوهُ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ كِتَابٌ وَهَذَا

“Dan ini adalah kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat” (Q.S Al An ‘am, 6:155)


Sesuatu yang dimulai dengan cinta pada Allah..
Maka tiada akhir tanpa adanya cinta yang terus bertumbuh...
 Ada rindu yang hadir ketika beranjak pergi..
Kerinduan yang akan membawa kita menemukan jalan kembali...
Untuk saling berbagi.. untuk saling mengasihi..
In Sya Allah,  ada kebahagian..
dalam tangisan para insan yang mengkhatamkan Surat Cinta terindah dari Rabb Nya..
yang tertuang manis dalam untaian doa..


Alhamdulillah, Berkah Al Quran Menaungi Kami..

Alhamdulillah bini'matihi tatimmush sholihaat..

Awal kebersamaan ini dimulai dengan notifikasi yang seringkali hadir bersama diskusi di grup. Terutama ketika kalam ini akan diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada jamaah di Mesjid Istiqlal. Alhamdulillah guru kami, Ust. Hari Sanusi selalu memberikan arahan dalam merintis kalam baru ini.  Bismillahirrahmanirrahim, “Ayo Melangkah Mendapat Berkah Al Quran”! pun resmi dilaunching menjadi slogan TASQUT.
Hari demi hari berlalu setelah launching perdana. Sms pendaftaran pun berdatangan hingga pada batch 1 program Tasqut ini mencapai 300 orang pendaftar. Sedangkan pada batch 2 ada sekitar 200 orang.

Masya Allah, tak terhitung lagi nikmat dan berkah yang kami peroleh dalam setiap langkah ini. Bersama berkhidmat di TASQUT, memfasilitasi saudara muslim untuk menuntaskan membaca terjemah Al Quran.
Sudah setara revolusi bulan, "Ayo Melangkah Mendapat Berkah Al Quran" menjadi slogan yang  disepakati. Slogan yang menjadi doa.

Setahun lalu kami hanyalah manusia biasa. Lalu sekarang? masih tetap sama :D, adapun semua kontribusi yang diberikan adalah semata atas ijin Allah =) . Dalam perjalanan yang tidak selalu mulus ini, ada banyak berkah dan ibroh yang diperoleh.
Berkah Al Quran yang menaungi, menjadikan setiap insan yang terlibat menjadi sosok yang terus bertumbuh untuk memberikan yang terbaik.


Ijinkan goresan pena ini jalan berbagi kebahagian, cerita tentang kebersamaan dalam memuliakan Al Quran, tentang berbagi peran dan nikmat – nikmat yang Allah berikan.
Kebersamaan ini mengajarkan kami bahagianya saling memahami, indahnya seni berbagi peran...



Perkenalkan, Kami Yaqut, Marjan, Syams, Tin dan Lu'lu

Tidak asing dengan nama kami? Bukan mau membahas batu akik dan teman-temannya yang lagi nge-trend. Namun, aku ingin menuangkan kata-kata yang ada di Al Quran dalam kisah ini.  
Tidak mudah untuk berladang amal di lahan yang baru jika tidak mengandalkan pertolongan Allah. Memulai khidmat ini dengan cinta yang menguatkan niat, lalu dipelihara dengan sistem yang terus diperbaiki menjadi lebih baik.

Dan behind the scene pun dimulai..

Bersambung...

Rabu, 24 Agustus 2016

KUMANDANG ADZAN DI NEGERI SINGA

Ya Allah berikan inspirasi pada nalarku mengiringi alunan jemariku…
Untuk mengabadikan skenarioMu Yang Maha Baik…

--------------------------------------------------------------------------

Surat At-Takwir Ayat 27

Surat At-Takwir Ayat 28
Surat At-Takwir Ayat 29
Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. 
(QS. At Takwir 27-29)






Perbincangan memori di masa lalu datang menyapa..
Aku berjalan di trotoar ini, bersama mereka yang tak terbiasa dengan kemacetan..
Tentu saja karena mereka berasal dari negeri singa..

Aku terhenti di satu titik,  lalu pandanganku berlabuh pada jalan yang seperti jalur MRT
Anganku teringat langkah kaki seseorang di halte Jurong Point..
Seseorang yang sedang bersemangat menggapai mimpi..
lalu kucari foto seseorang itu yang sedang tersenyum di depan patung Singa..
Hehe... Dia memang sosok gadis yang semangat mengerjar impian..

Impiannya yang mengantarkanku mencari cinta yang hakiki

Menikmati Kesunyian di Negeri Singa

Hari ini, pertama kalinya aku berkeliling Negeri Singa dan bertemu dengan teman-teman baru.
“Sepi gini jalanan,” ucap sahabatku
“Iya ya, disini gamacet!” “Hai lihat bis sudah datang”, ucapku
Lalu akupun mempercepat langkah menghampiri bus.
“Heh...”
Namun langkahku terhenti dan memperlambat langkah, perlahan namun pasti menuju pintu bus.
Kulihat orang-orang mengantri rapi membuat satu banjar dan satu persatu memasuki bus dengan tenang.
“Lupa! ini bukan jakarta, yang kalau bus datang lalu mesti gercep untuk bisa masuk ke dalamnya,” kataku dalam hati.

Di dalam bus aku berbincang bersama teman-temanku. Sesekali kami tertawa. Namun sepertinya hanya suara kami yang terdengar. Kuperhatikan orang-orang di dalam bus yang kami tumpangi. 
Weleh-weleh, ternyata mereka pada fokus sama Iponk nya masing-masing!


Halal Food, I’m Comiiiiing

Di Negeri Singa, aku dan sahabat-sahabatku harus teliti memilih makanan karena banyak tempat makan yang tidak halal. Alhamdulillah, kami sudah mengantongi nama tempat makan yang sudah dipastikan Halal Food.

"AHAA, Banquet!!"
"Aku mau beli Korean Food ajah, mumpung dijamin Halal! Ayo kita top up kartunya," ajaku pada teman2

Kalau ragu, maka aku dan sahabatku akan mencari restoran India untuk makan. Cobain deh nasi Briyani yang famous itu. Enaaak tenannn! Ini kalau isi dompet masih agak penuh. Kalau lagi menipis, di deket stasiun MRT ada Halal Food  yang kita bisa makan dengan seharga $S2 dolar saja. Tentu kami sudah terdaftar jadi pelanggan setianya. Hehe..

Ada juga masakan padang, tapi rasanya lebih oke masakan padang di negeri sendiri.


Ngikut Trend Foto di Depan Merlion

Belum sah kalau ke Negeri Singa tapi gak foto di depan merlion. Setuju?!
“Mau makan es krim gak?” Tanya ka Mita
“Ini es krim khas Singapore, makanya pake roti gitu, “tambahnya
Tanpa ragu aku pun menjawab, “Mauuuuuu!!!”
Ini es krim nya enak banget deh, harga murah meriah S$ 1 saja loh :D
Kami melanjutkan perjalanan..
Kulihat orang-orang disekitar menggunakan payung.
“Kok siang-siang pada pake payung ya, kan ga ujan” tanyaku pada ka Mita.
“Klo di sini payung lebih difungsikan buat melindungi kulit dari panas matahari loh,” jawabnya

“Iya sih, panas nya menyengat kulit ya! Bahaya!”ungkapku


Hari ini, kami menikmati langit Negeri Singa dengan berjalan jalan di sekitar patung Merlion, Esplanade, hingga ke Marina Bay.
“Cheees!”

Kami pun foto bersama-sama, tak lupa ikutin trend foto di depan patung Merlion  :D

Horeee, ke Sentosa Island!

Petualangan di Negeri Singa ini diakhiri dengan mengunjungi Sentosa Island. Banyak permainan yang  baru pertama kali aku lihat. Sentosa Sky and Luge jadi permainan favoritku kali ini. Seruuu, meluncur menyusuri trek turunan yang cukup panjaaang. Ada beberapa spot dengan tikungan yang tajam. Memicu adrenalin!







Terus kalau mau asik liat pemandangan di Negeri Singa, bisa loh naik Tiger Sky Tower. Yang akan membawa kita tinggiii untuk bisa menikmati keindahan panorama sekitar.




Oh iya ada satu permainan lagi yang cukup berkesan yaitu segway Fun Ride. Ga tanggung-tanggung,Jackie Chan jadi model di Banner permainan ini. Cuma aku cukup kesulitan untuk menggunakan alat ini. Tadinya mau seru-seruan eh malah keder sendiri, hehe!

Thanks a lot untuk teman-teman yang sudah mengajakku ke Sentosa Island.  


“Kok aku gak mendengar suara adzan ya?”


Sengaja aku ceritain hal-hal serunya dulu tentang petualangan di Negeri Singa.

Lalu setelah menikmati semua keseruan itu ada titik balik di mana aku bertanya tanya pada orang sekelilingku. Flash back dari keseharianku di bumi pertiwi, lalu aku diantarkan untuk menjalani petualangan selanjutnya.. Petualangan Hati!

 “Kok aku gak mendengar suara adzan ya?” tanyaku pada ka Mita
Teman-teman yang lain melihat ke arahku dan tersenyum.
“Memang disini jarang ada mesjid!” jawabnya
“Terus kalau laki-laki yang pada mau sholat Jumat gimana ya?!”aku bertanya lagi

Salah satu dari mereka menjelaskan jika mereka  sudah bekerja,terkadang mereka tidak memperoleh ijin untuk sholat Jumat dari atasan atau bahkan terkendala karena lokasinya yang cukup jauh sedangkan mereka dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan mereka hari itu juga. Sebagian lainnya lebih dimudahkan karena memperoleh ijin untuk keluar kantor dan melaksanakan sholat Jumat.
“Saya harus menaiki taksi untuk pergi sholat Jumat ke mesjid, dan jaraknya cukup jauh dari kantor, memerlukan sekitar $S 4 dalam sekali perjalanan,”jelasnya.
“Untuk melakukan sholat sehari-hari pun tidak ada tempat khusus, kadang mereka sholat di tangga darurat, atau di ruangan kosong yang sedang tidak digunakan di kantor,” tambahnya.

Ternyata Kenikmatan-kenikmatan yang aku peroleh disana karena peraturan dan  lingkungan yang tertata rapi berbanding terbalik dengan kemudahan menjalankan ibadah. Kenyataan ini membuatku bercermin, betapa banyak fasilitas ibadah yang ada di bumi pertiwi, namun tak jarang dari kaum muslim  masih berat  melangkahkan kaki ke mesjid untuk beribadah.

“Fabiayya irobbikuma tukadzikban?”
“Lalu nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?”
Ayat yang selalu teringat setiap kali kudapati jika mesti sholat di tangga darurat.Tak ada pengingat waktu sholat, maka harus terbiasa untuk melihat jam agar sadar jika sudah masuk waktunya. Selain itu,  aku pun belajar untuk berwudlu di wastafel. Pernah suatu hari aku terburu-buru mengejar waktu untuk sampai di kediaman untuk memburu waktu sholat karena di tempat transit bus, dan Mall yang kujumpai saat itu tidak ada mushola.


Beberapa pekan berpetualang di Negeri Singa,  baru sekali kudengan kumandang adzan. Menempuh perjalanan yang lumayan jauh untuk tiba di mesjid terdekat. Monohok sekali, padahal setiap hari di negeriku, aku selalu mendengarkan suara adzan. Tapi ya rasanya biasa saja. Namun kali ini, di Negeri Singa aku mendengar suara adzan sampai berlinang linang air mata.

Rasanya sulit dijelaskan dengan kata-kata..


Pencarian Pun Dimulai
Alhamdulillah, kembali ke bumi pertiwi dengan selamat. Kedatanganku disambut gembira oleh keluarga.
“Gimana disana?”, tanya orangtuaku
“Aku gak banyak denger suara adzan disana,” jawabku

Perbincangan ini pun berlanjut dengan pengalamanku untuk bisa beribadah di Negeri Singa. Bukan tentang Patung Merlion yang terkenal, atau dengan keseruan wahana yang ada di Sentosa Island.

Aku berkata “Aku kangen masakan mama.”
“Disana masakan padang pun  rasanya hambar,”tambahku

Sekembalinya ke ibu kota, pencarian pun dimulai untuk mencari yang dirindukan. Hehe.
Petulangan di Negeri Singa sukses membuat aku merindukan mesjid.
Seperti orang kehausan yang mencari air, aku pun sibuk mencari info –info kajian di mesjid.
Pencarian ini dimulai dengan langkah hati di mesjid Istiqlal. Setelah itu, bersama teman-teman, aku pun  beberapa kali hadir kajian di Istiqlal.

Allah Maha Baik, aku dipertemukan dengan seseorang yang pernah jadi anggota  RISKA. Melalui Ka Lisa, aku melangkahkan hati ke Mesjid Sunda Kelapa. Dan ini pertama kalinya jadi remaja mesjid. Alhamdulillah, Masya Allah dipertemukan dengan sahabat –sahabat yang sesuatu di RISKA.
Warna warni remaja mesjid menghiasi hari-hariku. Beberapa diantara mereka menjadi sahabat yang seru. Hingga kini pun kami masih saling mengikatkan persahabatan di grup “Tanpa Nama” dan “rumah PHD”. Dimulai dari status single hingga saat ini, kami sudah mempunyai keponakan-keponakan yang lucu dari sahabat yang sudah menikah.


Suatu hari, sahabat kuliahku yang baru saja menjadi mualaf, mau menginap di kosan.
“Teteh ikut nginep ya twins, besok mau ke DT Jakarta, ada bimbingan untuk mualaf.”
“Emang ada ya teh DT Jakarta?” tanyaku
“Ada, itu deket kosan kamu loh.”jawab teh Ulie
“Wah baru tau” kataku.

“Ikut aja yuk!”ajaknya

“Next time teh, aku ada kegiatan lain.” jawabku

Sejak itu, teh Uli belum sempat lagi nginep ke kosanku dan keingintahuanku tentang mesjid DT pun belum tercapai.

Namun siapakah pembuat skenario terbaik? Allah kan?!

Seorang sahabat sharing info  untuk mengikuti kegiatan Androhid *kini namanya PIN Baku (Pendidikan Integritas Baik dan Kuat) di DT
“Yuk pada ikut androhid,” ajak Sacil di grup WA
“Apaan tuh androhid?” salah satu bertanya
 Lalu penjelasan pun dimulai.
“Ya intinya itu kelas pembinaan karakter gitu untuk menjadi seorang abdillah.”tambah Sarcil


Sebenernya penjelasannya belum dicerna dengan baik oleh pikiranku. Tapi entah mengapa, rasanya excited pengen tahu apa aja kegiatan Androhid. Aku dan beberapa orang sahabat pun akhirnya mendaftar.

Outbound yang seru kami lalui dengan happy di orientasi Androhid kali ini.
Lalu kelanjutan pendidikan integritas baik dan kuat pun dimulai dengan nama kelas "mentari hati".


Bagi seseorang yang haus akan ilmu akhirat, kelas ini seperti rumah yang hangat.

Guru yang dengan ahsannya mengalirkan ilmu-ilmu dari Allah kepada kami agar kami menanamkan dalam diri kami, jiwa seorang abdillah.



Jika kamu bertanya padaku apa itu Kelas Mentari Hati? Maka bagiku adalah rumah yang atas ijin dari Allah aku belajar berdamai dengan diri sendiri. Disini aku dan sahabat-sahabatku menebar benih cinta padaNya. Dari hati kelabu yang terhalang semak belukar dan akar berduri. Maka hangatnya mentari di rumah ini mengubah hati  menjadi merah segar karena cinta pada RabbNya yang terus bertumbuh.

Cinta yang setahap demi setahap ini kami ungkapkan melalui dakwah. Dakwah pada setiap peran yang Allah berikan pada diri masing-masing. Jalan dakwah tak selamanya mulus. Jika dakwahmu karena cinta padaNya maka tiada mungkin tanpa ujian.

Pasang surut itu terkadang menghampiri. Terkait pasang surutnya semangat dakwah, salah satu sahabatku pernah berkata, “Ingatlah apa tujuan awalmu, kenapa kamu ada disini.” Lalu aku pun flash back berulang kali,kutulis apa yang tersimpan dalam memori. Bagaimana Allah memperjalankanku hampir seribu kilometer hanya untuk jatuh cinta pada mesjid. 

Aku pernah bertanya pada diri sendiri, bahkan pada Allah, 
"Mengapa aku ada di tempat ini?"
"Kenapa aku?"
Lalu pertanyaanku terhenti di ayat berikut ini :
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan yang lurus itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At Takwir  : 29)
"Jika Allah yang menghendakiku untuk ada disni, jika ini adalah peran yang Allah berikan untukku,  maka bagaimanapun aku ingin beranjak, Allah sangat mudah mengembalikanku ke tempat semula." Al Quran membantuku menjawab pertanyaan dari diri sendiri.


Mudah sekali bagi Allah membolak balikan hati ini untuk merindu dalam serangkaian pencarian.  Hingga Allah mengantarkan pada apa yang Dia tuliskan untukku.  Masya Allah, tidak ada yang sehebat skenarioMu.

Inilah ukiran rasa seorang hamba dalam mencari cinta RabbNya