Entri Populer

Senin, 15 Juni 2015

Tautan Ukhuwah di Tanah Haram




Sahabat,
Aku sedang menatap kabah dengan rasa  yang Masya ALLAH luar biasa, hatiku berdegup.. Allahuakbar..
Benar adanya jika  di tanah haram ini para jamaah  merefleksi, mengingat diri dengan tindakan sebelum ini dan memohon pada Nya
Sejauh mata memandang selalu terlihat  air mata mengalir menyebut ALLAH berulang kali.. Allah.. Allah..
Ada saat dimana aku melangkah memutari Kabah sambil menatapnya dan aku teringat kalian..


Alhamdulillah ucapan kalian " Ingat kami ketika ada di tanah suci" menjadi doa yang dijabah ALLAH, sehingga dilapangkanNya waktuku di tanah haram ini untuk mengingat kalian sahabatku seiman..
Bagaimana aku tidak ingin mengingat kalian di Baitullah..
sedang kalian selalu mengingatkan ku pada ALLAH, saling mendoakan agar kita bersama sama menjadi ahlul Quran
Bagaimana aku tidak ingin menyampaikan kerinduan kalian pada tanah haram ini..
merasakan nikmat yang luar biasa. Subhanallah Walhamdulillah Wala ilahaillallahu Allahuakbar Walahaula Wala Quwwata Ilabila Aliyil Adzim..

Untuk kalian, sahabatku yang selalu mengingatkan dan menasehatiku  tentang kebaikan..
Bagaimana aku tidak ingin menyampaikan doa-doa kalian di Baitullah ini..
Untuk kalian, sahabatku yang tak bosannya mengajakku untuk mengimplementasikan amalan sunah Rasul, melantunkan kerinduan dengan bersholawat..

Bagaimana aku tidak ingin menyampaikan bahwa aku punya sahabat dengan deguban rindu mendalam, disini, di relung hati pada Rasulullah SAW, saat aku duduk dan bersujud di satu taman dari taman-taman surga, Raudhoh..




Teruslah saling menjaga dalam jamaah...
Robohkan dinding dinding perbedaan.
Kuatkan ikatan ukhuwah ini dengan keimanan.
Teruslah menjadi barisan yang tumbuh, kokoh, mandiri, berdaya guna..
Sahabat yang baik adalah rejeki terindah, karunia ALLAH yang selayaknya disyukuri..
Semoga Allah, Dzat Yang Maha membolak -balikan hati, mengokohkan hati kita dalam Diinik, menjadi para Abdillah
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan beramal shaleh
Semoga ALLAH  menautkan hati-hati kita hingga di akhirat kelak dan mengumpulkan kita bersama di Surga Nya
آمين يار ب العالمين


Lentera Negeriku – Baksos Ceria Bersama Adik-adik Madrasah Diniyah dan PAUD Lebak Banten



Baksos yang diadakan oleh 22 orang  Relawan Lentera Negeriku di madrasah diniyah takmiliyah awwaliyah mursyidul falah dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Lebak Banten, memberikan keceriaan tersendiri bagi murid-murid di sana.
Relawan Lentera Negeriku tiba di lokasi sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, masyarakat menyambut para relawan  dengan antusias. Waktu perjalanan yang diperlukan dari Jakarta menuju lokasi sekitar 3.5 jam .

Kondisi jalanan mendekati lokasi belum beraspal, sehingga  bus yang digunakan harus melaju  perlahan dan cukup memakan waktu. Kemudian dilanjutkan perjalanan ke madrasah diniyah dengan berjalan  sekitar 15 menit dari sisi jalan raya. Masyarakat sekitar membantu tim lentera negeriku dengan membawakan beberapa barang-barang yang akan disumbangkan dengan menjinjing ataupun menggunakan gerobak.
Kegiatan di sesi pertama yaitu acara untuk para murid PAUD. Kak Iin sebagai MC acara tersebut mengajak anak-anak PAUD berkenalan lalu  berkumpul untuk mendengarkan cerita mengenai Banjir.  Melalui cerita yang disampaikan dengan cara khusus untuk adik-adik PAUD, Ka Iin mengingatkan bahaya yang ditimbulkan jika membuang sampah sembarangan ke sungai . Selain itu Ka Iin mengajak anak-anak untuk lebih menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Selanjutnya, Relawan Lentera Negeriku mengajarkan adik-adik PAUD membuat karya dari hasil daur ulang. Mereka diajarkan untuk membuat gelang dari botol aqua yang digunting secara melintang lalu dibalut dengan kain flannel yang sudah diberi lem. Sebelumnya adik-adik PAUD dibagi kedalam beberapa kelompok dan masing- masing kelompok dibimbing oleh dua orang tutor dari Tim Relawan Lentera Negeriku.
Sedangkan di sesi kedua diperuntukan untuk murid sekolah diniyah. Untuk sesi kedua ini, Para Relawan mengajak adik-adik untuk berkenalan lewat permainan . Diantarnya permainan tupai, pohon dan penebang.  Cara ini lebih asyik dan membuat suasana menjadi seru.  Seperti  halnya murid PAUD, para murid sekolah diniyah diajak untuk membuat hasta karya yang beraneka ragam. Ada yang membuat orang-orangan dari sendok dan kain flannel,  gantungan kunci dari tutup botol ataupun tempat sampah dari ember cat. 


Masing-masing sesi kegiatan diakhiri dengan membagikan bingkisan kepada masing-masing murid berupa alat tulis, makanan ringan, jilbab untuk murid perempuan yang disponsori oleh berhijab, donasi roti dari  Joey Bakery dan kornet super Qurban yang merupakan donasi dari Rumah Zakat.  Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis barang-barang donasi. Diantaranya donasi dari sahabat tahsin Daarut Tauhiid Jakarta berupa meja lipat dan tikar,  donasi dari para donator berupa Al Quran, Terjemahan Quran, lemari buku, buku pelajaran madrasah diniyah, perlengkapan sholat, alat-alat kebersihan, alas puzzle   baju seragam dan kerudung bagi guru perempuan dan baju untuk pengurus.  

Pak Suntama sebagai perwakilan dari pihak madrasah dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak relawan dari Lentera Negeriku dan mendoakan semua relawan diberikan balasan yang terbaik dari Allah SWT. Setelah selesai kedua sesi tersebut, Para Relawan bersilaturahmi dengan pengurus dan guru-guru madrasah diniyah ataupun PAUD. Setelah itu,  dilakukan foto bersama para murid, relawan dan guru-guru.


Semua kegiatan baksos selesai  sekitar pukul 15.30. Sebelum pulang, para relawan Lentera Negeriku disuguhkan makanan dan minuman diantaranya  buah dukuh manis yang dipetik langsung dari pohonnya dan  rangginang yang renyah . 



-Senyum dan tawa mereka bahagiakan kita-
-Lentera Negeriku-