Entri Populer

Kamis, 16 Juli 2015

Tamu Agung itu beranjak pergi..



Yaa Ramadhan...

Tak terasa tinggal beberapa jam engkau akan beranjak pergi
Belum kukerahkan ikhtiar terbaikku dalam menjamumu, wahai tamu yang agung

Aku masih saja  lalai  dan teralihkan dengan kefanaan ini..
Padahal kau datang dengan penuh keistimewaan..
Bumi ini hampir hampir tak bercelah dipenuhi oleh para malaikat..
Malaikat yang memberi kabar gembira, kebaikan yang setara seribu bulan

Datanglah kembali bulan penuh berkah.. semoga masih ada waktuku untuk menyambutmu dengan lebih baik, ikhtiar yang sepenuh hati

Tangisan penyesalanku..
Salam perpisahan yang paling manis sekalipun tak bisa menjadi jaminan kita bertemu kembali..

Tinggallah kini untaian kata dalam doa.
Semoga rinduku padamu mampu ku konversi menjadi keistiqomahan
Sehingga Allah meridhoi engkau untuk menyambutku di surgaNya,
melalui pintu Ar Rayan


~29 Ramadhan 1436 H~
Waktu matahari sepenggalahan naik

Rabu, 08 Juli 2015

Bertasbih dalam Deguban Cahaya


QS Al Isra, 17 : 44

17:44


“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”



Andai manusia mendengar,
bagaimana tumbuhan bertasbih dalam deguban cahaya
Menyeru lafadz jalalalah, Allah Azza Wa Jalla
Tak kan ada ketenangan di belantara
Riuh dengan lantunan di tiap detik suara

Andai  seruan ketaatan itu terdengar
Kita semua manusia akan semakin terlihat seperti buih di lautan
Dan kitapun akan terpaku malu atas kelalaian
Terlupa dari mengingatNya


Tak seperti tumbuhan itu,
yang tiap detik berdenyut dengan iramanya
Tumbuhan itu,
mereka tak lalai sedetikpun bertasbih pada penciptaNya


- Suatu pagi di taman Langsat - 

Senin, 15 Juni 2015

Tautan Ukhuwah di Tanah Haram




Sahabat,
Aku sedang menatap kabah dengan rasa  yang Masya ALLAH luar biasa, hatiku berdegup.. Allahuakbar..
Benar adanya jika  di tanah haram ini para jamaah  merefleksi, mengingat diri dengan tindakan sebelum ini dan memohon pada Nya
Sejauh mata memandang selalu terlihat  air mata mengalir menyebut ALLAH berulang kali.. Allah.. Allah..
Ada saat dimana aku melangkah memutari Kabah sambil menatapnya dan aku teringat kalian..


Alhamdulillah ucapan kalian " Ingat kami ketika ada di tanah suci" menjadi doa yang dijabah ALLAH, sehingga dilapangkanNya waktuku di tanah haram ini untuk mengingat kalian sahabatku seiman..
Bagaimana aku tidak ingin mengingat kalian di Baitullah..
sedang kalian selalu mengingatkan ku pada ALLAH, saling mendoakan agar kita bersama sama menjadi ahlul Quran
Bagaimana aku tidak ingin menyampaikan kerinduan kalian pada tanah haram ini..
merasakan nikmat yang luar biasa. Subhanallah Walhamdulillah Wala ilahaillallahu Allahuakbar Walahaula Wala Quwwata Ilabila Aliyil Adzim..

Untuk kalian, sahabatku yang selalu mengingatkan dan menasehatiku  tentang kebaikan..
Bagaimana aku tidak ingin menyampaikan doa-doa kalian di Baitullah ini..
Untuk kalian, sahabatku yang tak bosannya mengajakku untuk mengimplementasikan amalan sunah Rasul, melantunkan kerinduan dengan bersholawat..

Bagaimana aku tidak ingin menyampaikan bahwa aku punya sahabat dengan deguban rindu mendalam, disini, di relung hati pada Rasulullah SAW, saat aku duduk dan bersujud di satu taman dari taman-taman surga, Raudhoh..




Teruslah saling menjaga dalam jamaah...
Robohkan dinding dinding perbedaan.
Kuatkan ikatan ukhuwah ini dengan keimanan.
Teruslah menjadi barisan yang tumbuh, kokoh, mandiri, berdaya guna..
Sahabat yang baik adalah rejeki terindah, karunia ALLAH yang selayaknya disyukuri..
Semoga Allah, Dzat Yang Maha membolak -balikan hati, mengokohkan hati kita dalam Diinik, menjadi para Abdillah
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan beramal shaleh
Semoga ALLAH  menautkan hati-hati kita hingga di akhirat kelak dan mengumpulkan kita bersama di Surga Nya
آمين يار ب العالمين


Lentera Negeriku – Baksos Ceria Bersama Adik-adik Madrasah Diniyah dan PAUD Lebak Banten



Baksos yang diadakan oleh 22 orang  Relawan Lentera Negeriku di madrasah diniyah takmiliyah awwaliyah mursyidul falah dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Lebak Banten, memberikan keceriaan tersendiri bagi murid-murid di sana.
Relawan Lentera Negeriku tiba di lokasi sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, masyarakat menyambut para relawan  dengan antusias. Waktu perjalanan yang diperlukan dari Jakarta menuju lokasi sekitar 3.5 jam .

Kondisi jalanan mendekati lokasi belum beraspal, sehingga  bus yang digunakan harus melaju  perlahan dan cukup memakan waktu. Kemudian dilanjutkan perjalanan ke madrasah diniyah dengan berjalan  sekitar 15 menit dari sisi jalan raya. Masyarakat sekitar membantu tim lentera negeriku dengan membawakan beberapa barang-barang yang akan disumbangkan dengan menjinjing ataupun menggunakan gerobak.
Kegiatan di sesi pertama yaitu acara untuk para murid PAUD. Kak Iin sebagai MC acara tersebut mengajak anak-anak PAUD berkenalan lalu  berkumpul untuk mendengarkan cerita mengenai Banjir.  Melalui cerita yang disampaikan dengan cara khusus untuk adik-adik PAUD, Ka Iin mengingatkan bahaya yang ditimbulkan jika membuang sampah sembarangan ke sungai . Selain itu Ka Iin mengajak anak-anak untuk lebih menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Selanjutnya, Relawan Lentera Negeriku mengajarkan adik-adik PAUD membuat karya dari hasil daur ulang. Mereka diajarkan untuk membuat gelang dari botol aqua yang digunting secara melintang lalu dibalut dengan kain flannel yang sudah diberi lem. Sebelumnya adik-adik PAUD dibagi kedalam beberapa kelompok dan masing- masing kelompok dibimbing oleh dua orang tutor dari Tim Relawan Lentera Negeriku.
Sedangkan di sesi kedua diperuntukan untuk murid sekolah diniyah. Untuk sesi kedua ini, Para Relawan mengajak adik-adik untuk berkenalan lewat permainan . Diantarnya permainan tupai, pohon dan penebang.  Cara ini lebih asyik dan membuat suasana menjadi seru.  Seperti  halnya murid PAUD, para murid sekolah diniyah diajak untuk membuat hasta karya yang beraneka ragam. Ada yang membuat orang-orangan dari sendok dan kain flannel,  gantungan kunci dari tutup botol ataupun tempat sampah dari ember cat. 


Masing-masing sesi kegiatan diakhiri dengan membagikan bingkisan kepada masing-masing murid berupa alat tulis, makanan ringan, jilbab untuk murid perempuan yang disponsori oleh berhijab, donasi roti dari  Joey Bakery dan kornet super Qurban yang merupakan donasi dari Rumah Zakat.  Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis barang-barang donasi. Diantaranya donasi dari sahabat tahsin Daarut Tauhiid Jakarta berupa meja lipat dan tikar,  donasi dari para donator berupa Al Quran, Terjemahan Quran, lemari buku, buku pelajaran madrasah diniyah, perlengkapan sholat, alat-alat kebersihan, alas puzzle   baju seragam dan kerudung bagi guru perempuan dan baju untuk pengurus.  

Pak Suntama sebagai perwakilan dari pihak madrasah dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak relawan dari Lentera Negeriku dan mendoakan semua relawan diberikan balasan yang terbaik dari Allah SWT. Setelah selesai kedua sesi tersebut, Para Relawan bersilaturahmi dengan pengurus dan guru-guru madrasah diniyah ataupun PAUD. Setelah itu,  dilakukan foto bersama para murid, relawan dan guru-guru.


Semua kegiatan baksos selesai  sekitar pukul 15.30. Sebelum pulang, para relawan Lentera Negeriku disuguhkan makanan dan minuman diantaranya  buah dukuh manis yang dipetik langsung dari pohonnya dan  rangginang yang renyah . 



-Senyum dan tawa mereka bahagiakan kita-
-Lentera Negeriku-


Senin, 13 April 2015

OPOW (One Posting One Week) – Produktivitas Menulis, Bisa Karena Terbiasa



One Day One Page adalah Program menulis satu artikel setiap harinya oleh komunitas grup Pramuda Angkatan 19 FLP. Ide kegiatan ini pertama kali dicetuskan oleh Afilin, yang sudah mengecap pendidikan dasar sebelumnya di Forum Lingkar Pena. Tantangan ODOP bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas menulis. Program Meskipun kegiatan ini bukan merupakan kegiatan resmi dari FLP, para anggotanya tetap semangat untuk mengikuti. Dan Program ini hanya ditawarkan bagi mereka yang mau menerima tantangan menulis, tidak diwajibkan bagi setiap anggotanya.

Program ODOP pertama kali dimulai pada tanggal 31 Maret 2015 diikuti oleh 19 orang peserta. Peraturan dan konsep programnya dirembukan bersama. Diantarnya yaitu tulisan ditulis di blog masing-masing, tulisan dalam berupa cerpen, puisi, prosa, cerbung, reportase, muhasabah dan lain-lain. Kemudian masing-masing anggota dianjurkan untuk membaca postingan tulisan anggota lainnya dan memberikan komentar , saran ataupun kritik. 

Dalam prosesnya, sistem pelaporan ODOP mengalami beberapa perubahan. Dimulai dengan sistem  pelaporan melalui whats up . Namun karena dirasa kurang efisien, maka kemudian, nenshi salah satu anggota mengusulkan pembuatanan grup khusus ODOP. Kemudian disusul dengan pembahasan peraturan dan format pelaporan. Beberapa anggota ODOP, Nia, Ratna Putri, Zizan, Nenshi dan Afilin menyampaikan usulannya. Diantaranya, sistem pelaporan menggunakan hastag untuk memudahkan perekapan, sebagai contohnya #ODOP02042015.

Grup ini terbukti memotivasi para anggotanya untuk lebih produktif, untuk saling memberikan saran dan kritik. Sehingga diharapkan kedepannya menulis menjadi sesuatu kebiasaan untuk berbagi inspirasi dan kebaikan lewat tulisan. Karena kita sepakat kalau apa yang kita tulis dan sebarkan membuat kita setengah abadi. Tentu hanya setengah karena keabadian sempurna hanya milik Allah SWT.


Setelah sistem pelaporan dan peraturan disepakati, dibuatlah grup ODOP di FB pada tanggal 2 April 2015.  Admin grup terdiri dari 3 orang yaitu Nenshi, Nia dan Ismul. Setelah dua minggu program dimulai, kini anggota di grup ODOP sudah bertambah menjadi 37 orang. Meskipun dalam pelaksanaanya masih banyak yang ‘’hutang” tulisan karena tidak setoran setiap hari. 

Seiring berjalannya waktu, dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Maka kami pun sepakat untuk mengubah ODOP menjadi OPOW ( One Posting One Week), dengan harapan sahabat lingkar pena, dapat lebih mengoptimalkan hasil karya tulisannya.




Rabu, 08 April 2015

Bukan 5 cm - Sebatas Jarak Kening dan Sajadah

Karena hari ini akan kita rindukan...di hari nanti...
💘💘💘

Sahabat-sahabatku, Terimakasih untuk masa-masa yang penuh cerita 😊😊telah memberikan waktu untuk berbagi hati dalan keceriaan, kesedihan, keseruan dan kebaikan.. 😂😭😁😆😜😉😒
Banyak yang saya pelajari dari kalian..hingga perubahan yg saya alami bersama kalian...
Kalian satu cerita yg terukir di hati, di suatu bagian yg dalam.

Mohon maaf atas segala kesalahan dan ketidakdewasaan,ketidakstabilan emosi dalam mengahadapi lika liku persahabatan ini
Semoga setelah ini kita semua bisa belajar dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik, sahabat- sahabat yg makin saling mencintai karena Allah.
Semoga kecintaan kita kepada Allah,keimanan dan ketakwaan yang lebih baik dimasa mendatang akan menjadi pemelihara persahabatan ini hingga ke jannah Nya. Aamiin 😇😇😇

Jadikan masa masa ini  waktu spesial buat kita untuk menjadi kepompong yang kemudian bermetamormofis menjadi kupu kupu yang indah saat bertemu
Insya Allah, kita akan bertemu dengan hati dan jiwa yang lebih baik dan tumpukan cerita.. 

Meski sekarang kita sedang sama-sama mendaki puncak dengan jalur yang berbeda...
Tetaplah bersemangat, karena dari tempat yang berbeda,  kita  akan saling mengingat dan saling mendoakan.

Jarak aku dan kalian hanya sebatas kening dan sajadah..


~9See~

Kamis, 02 April 2015

2 bungkus Kerupuk



Demi Masa…
Jadikanlah aku , keluargaku dan sahabat sekalian menjadi pengecualian orang2 yang merugi..
Berikan inspirasi pada nalarku mengiringi jari jemariku…
Untuk mengabadikan skenario skenario Mu Yang Maha Baik…

 --------------------------------------------------------------------------
  




Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( QS At Taghaabun, 64:11)


Senin itu Jakarta disibukkan oleh kemacetan seperti biasanya. Begitupun orang-orang beraktivitas menikmati kemacetan seperti biasanya. Namun senin ini bukan hari yang biasa bagiku. Ada sesuatu yang Allah berikan untukku, musibah dan hikmah di hari yang sama. Begitulah jika kita merujuk pada kalima bahwa selalu ada hikmah dibalik kejadian…

Seperti biasa aku terduduk di kursi metro mini di sebelah kiri dekat pintu sambil menyender kearah jendela metro mini . Aku  lalu membuka handphone melihat isi chat di what’s up grup.

Teman –teman sedang asyik memperbincangkan suatu hal. Lalu aku pun membalas chat mereka.  Lalu metro mini yang aku tumpangi berhenti agak ke sisi jalan untuk mengangkut penumpang.

Kemudian tiba- tiba ada seekor serangga kecil berwarna hitam yang aku tidak tahu apa namanya hinggap di daerah bawah mata kananku. Lalu dengan paniknya,  aku mencoba menyingkirkan binatang itu menggunakan tanganku. Penumpang lain memperhatikan diriku yang sibuk menyingkirkan serangga itu.

Aku pun berhasil menyingkirkan serangga itu. Namun tak lama setelah itu aku merasakan gatal dan panas di sekitar  mata kananku. Aku mencoba mencari tisu di tas lalu mengelapkannya ke mata sebelah kananku. Saat kejadian itu metro mini masih sekitar 300 m dari kantorku, hingga aku harus menahan rasa gatal yang disertai panas.

Akhirnya setelah sampai di depan kantor, aku bergegas menuju wastafel di lantai bawah. Kemudian aku berkaca, dan mata kananku terlihat bengkak, seperti “bintitan” dan bentol-bentol merah di sekitar kelopak. Astagfirullahaladzim, lalu aku pun mencari botol air dingin untuk mengompres mataku.


AKu teringat temanku yang menggunakan nano spray, bahwa temannya ada yang pernah “bintitan” lalu disemprot pakai nano spray dan tidak lama menjadi normal kembali kelopak matanya tanpa harus menggunakan obat. Lalu aku mengambil nano spray di tas dan menyemprotkannya di daerah sekitar mata berulang kali. Alhamdulillah satu jam kemudian bentolnya berkurang, tinggal kelopak mata yang masih bengkak.


Saat waktu makan siang tiba, aku merasa masih cukup kenyang dengan makanan yang sudah dimakan sebelumnya dan aku memilih untuk menunda jam makan siang. Setelah pukul 15.00  aku membeli makanan di rumah makan dekat kantor. Biasanya aku meminta tolong office boy di kantor. Namun kali ini rasanya ingin pergi dan memilih menu sendiri.

Aku membeli bandeng presto  dan cah kangkung. Warung ini cukup terkenal loh . Ada beberapa artis yang pernah kesini untuk mencicipi rasanya ayam presto atau bandeng presto.

Setelah pesananku jadi, aku pun berjalan keluar dari rumah makan itu. Saat baru beberapa langkah, aku sempat berhenti dan memandang ke arah depan. Aku melihat ada bapak-bapak buta yang sedang berjalan dengan bantuan tongkatnya sebagai penuntun. Bapak – bapak itu menggunakan tas kecil dan terlihat kerupuk yang ditalikan pada rapia di sekitar badannya.


Kulihat ibu-ibu yang sedang berusaha menghampiri bapak-bapak itu dan memberikan uang.

Setelah sempat terhenti, lalu aku melangkah cepat menuju bapak itu. “Pak,berapa harga kerupuknya?”tanyaku

“Yang ini 7 ribu, yang ini 6 ribu” jawab bapak itu sambil tersenyum. Lalu aku mengambil 2 bungkus kerupuk dan memberikan uang bayarannya. “Uangnya berapa mbak?” Tanya bapak itu. “20 ribu pak jawabnya”.


Bapak itu pun melanjutkan perjalannya dengan tongkatnya. Masya Allah bapak itu meski keadaan matanya tidak normal seperti kita, namun tidak menjadikannya peminta minta. Beliau masih berjualan untuk menjemput rejeki Nya.


Ada sesuatu yang membuatku berlinang saat itu setelah pertemuan dengan bapak penjual kerupuk siang ini. Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini karena semua atas ijin Allah.

“Astagfirullahaladzim ya Allah maafkan aku, karena aku tadi merasa kesal, sedih dan panik karena mataku digigit serangga. Padahal sungguh nikmat nya penglihatan yang Engkau berikan. Mungkin aku kurang bersyukur atau menggunakan mataku untuk melihat yang tidak baik.” kataku dalam hati.

Alhamdulillah telah dipertemukan dengan bapak penjual kerupuk itu yang mengajarkan hikmah bagiku.

“Semoga jualanya laku dan semoga bapak penjual kerupuk itu dilindungi dari orang-orang yang iseng dan berniat jahat oleh Allah SWT ” Aamiin


Semoga ini bisa menjadi hikmah bagi kita semua yang membaca =)