Entri Populer

Sabtu, 27 Desember 2014

Wisata Hati melalui Setumpuk Koran




Demi Masa…
Jadikanlah aku , keluargaku dan sahabat sekalian menjadi pengecualian orang2 yang merugi..
Berikan inspirasi pada nalarku mengiringi jari jemariku…
Untuk mengabadikan skenario skenario Mu Yang Maha Baik…

 -------------------------------------------------------------------------------------------

Hujan di Ibukota di pagi hari ini, seperti de javu untukku, situasi yang sama beberapa minggu yang lalu, di sebuah mushola kecil di Pom bensin PAL Batu, ada perbincangan yang hangat di tengah hujan deras bersama  para sahabat… 


Dan aku pun teringat perkataan salah seorang sahabatku …

“Ketika kita bertemu dengan mereka yang keadaanya tidak lebih baik dengan kita dan berfikir bahwa mereka memerlukan pertolongan kita. Padahal tidak selalu mereka yang membutuhkan pertolongan kita, tetapi terkadang kitalah yang butuh orang- orang seperti mereka sebagai pengingat sekaligus mengambil pelajaran/ nasehatnya”


Tumpukan koran yang tertumpuk di sudut kursi di depan sebuah pom bensin…

Memiliki cerita dalam lembarannya…


Cerita yang seperti sebuah tamparan kasat mata di siang hari bagiku…

Sosok kakek penjual koran itu seperti mengkonversi  lantunan ayat dalam Surat Ar Rahman berulang ulang kali di hadapanku dan sahabat-sahabatku.
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (١٦)

“Fabiaayi a’la irrobikuma tukadziban”…QS Ar Rahman, 55 :16

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa minggu yang lalu, salah satu sahabatku, intan, bercerita di blognya mengenai  pertemuannya dengan seorang kakek penjual koran  di Pom Bensin PAL Batu, seberang kota kasablanka mall.

Kakek yang menarik perhatiannya, karena di umurnya yang sudah renta ,  dengan kondisi penyakit yang dideritanya . Kakek ini kehilangan seluruh batang hidung, bibir bagian atas, dan mata sebelah kanan akibat penyakitnya. Bagian hidup hingga bibir bagian atasnya ditutupi plester.



Intan teringat kata2 seorang temannya di blog ;

“ Kakek – kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi, carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari merekam meski kita tidak membutuhkanya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”

Lalu Intan pun menghampiri kakek untuk  melihat lebih dekat dan sekaligus membeli koran yang sedang dijualnya. Betapa terkejutnya dia, karena surat kabar yang dijual kakek dijual dengan harga yang tergolong wajar. Contohnya surat kabar harian kompas hanya dijual seharga Rp. 5,000.00.


Kabar tentang kakek pun jadi pusat perhatian di salah satu grup whats-up kami . Karena setiap kali intan pergi mengisi bensin,ia mengusahakan untuk  membeli koran, dan berbincang dengan si kakek. Sehingga  dari hari kehari informasi mengenai kakek dan kehidupannya pun kami peroleh melalui dek intan. Kami pun  berdiskusi mengenai hal2 yang bisa membantu kakek.  



Disela-sela perbincangan di grup itulah, salah satu sahabatku akhway, nge-post satu kalimat yang membuat kita lalu merasa uwoooo,,, that’s right!

Kalimatnya itu :

“Tidak selalu orang yang kita anggap butuh pertolongan kita, tetapi kitalah yang butuh orang- orang seperti mereka sebagai pengingat sekaligus mengambil pelajaran/ nasehatnya” - akhway


Selang beberapa minggu, akhirnya di suatu sabtu siang, aku dan kedua sahabatku, cicit dan ilmi janjian untuk menemui kakek di Pom Bensin PAL Batu, tempat ia berjualan. Saat itu aku yang pertama kali tiba di pom bensin. Aku mulai celingak celinguk mencari sosok kakek penjual koran itu. Tapi sejauh mata memandang, aku tak menemukan sosok kakek.

“Apa kakek sudah pulang ya kerumahnya ?“pikirku.

Masih penasaran,  aku pun bertanya pada petugas Pom bensin.  Petugas pom bensin itu memberitahu, bahwa kakek penjual koran itu biasanya  sudah pulang ke rumahnya jika sudah jam 10 dan akan kembali lagi sekitar pukul 3 sore.


Tak lama kedua sahabatku pun datang , lalu aku kasihtau mereka bahwa kakek   sudah pulang ke rumahnya. Kami pun memutuskan untuk datang kembali ke Pom Bensin sekitar jam 3 sore.  Untuk memastikan bahwa kakek tidak keburu pulang lagi, aku menitipkan pesan pada penjual buah yang ada disana, Sambil membeli  melon . hehe


Pak,kakek  penjual koran yang disini sudah pulang ya pak?

.“Wah tadi sih ada mbak, kayaknya sudah pulang kalau jam segini. Tapi biasanya nanti jam 3 sore biasanya kakek kesini lagi” jawab penjual buah.

“ Pak, tolong nanti kalau kakek kesini lagi sore hari, sampaikan bahwa kami teman2 dari wanita berkerudung yang pagi2 suka beli koran dan  mengobrol dengan kakek , mau bertemu dengan kakek.

Jadi kalau bisa,  kakeknya  jangan dulu pulang ya pak.”

“Iya mbak, nanti saya sampaikan”. Jawab penjual buah

“Terimakasih ya pak” ucapku sambal tersenyum.


Lalu aku dan sahabatku2 pergi mencari makan siang sambal menunggu jam 3. Tak lupa juga untuk update info  whats-up grup bahwa aku tidak menemukan kakek penjual koran dan akan kembali kesana sekitar pukul 3 sore.


Sekembalinya di jalan menuju pom bensin, kami melihat sosok kakek penjual koran itu. Beliau sedang berjalan hendak meninggalkan pom bensin dengan membawa kantong plastik. Lalu kami pun cepat-cepat menghampirinya.


“Permisi kek, kami temannya intan yang sering mengobrol dengan kakek pas  beli koran.” kataku sambil memperkenalkan diri .

Kakek pun menganggukan kepalanya, sambal berkata “ Oh iya iya. Tadi tukang buah bilang ada yang mau ketemu dengan saya, jadi saya tungguin. Cuma karena saya mau sholat jadi saya berencana pulang dulu ke rumah. “


Kemudian kakek pun mengajak kami ke arah meja dan kursi, tempat sales mobil yang sedang promosi. Kebetulan kosong, dan kakek sudah kenal sama sales2 nya, jadi ya kita bisa duduk disitu sambil mengobrol bersama kakek.


Aku  memperhatikan sosok kakek yang aku tahu hanya dari cerita intan dan foto yang di share nya .

“Ya Allah” kataku dalam hati.

Bagian hidung kakek hingga bibir atas tertutup oleh plester. Bagian mata kanan kakek pun sudah tidak ada. Kakek hanya dapat mata kirinya untuk beraktifitas.


Kami agak sulit mengerti kata2 kakek, karena bagian atas bibirnya sudah tidak ada, sehingga kata yang  diucapkan itu tidak terlalu jelas terdengar. Ketika  mengobrol dengan kakek, aku harus mendekatkan kursiku dan berkonsentrasi agar dapat mendengar kata-kata kakek dengan lebih jelas.


Ya Allah, “Fabiaayi a’la irrobikuma tukadziban”… “Fabiaayi a’la irrobikuma tukadziban”…

Ayat2 Al – Quran itu terus terbesit dikepalaku, setiap kata2 yang kakek ucapkan seperti lantunan yang mengingatkan aku akan ayat dalam Surat Ar Rahman.


“Bagaimana kabarnya kek?” tanyaku

“Alhamdulillah baik.” Jawab kakek

“Korannya sudah habis terjual ya kek?” kata cicit

“ Iya alhamdulillah, sudah tadi terjual semua” jawab kakek sambil tersenyum.

“Kakek sudah lama bekerja disini?” kataku

“Ya sudah cukup lama” kata kakek

“Rumah kakek dimana?” tanya cicit

“Rumah saya di belakang”, jawab kakek sambil menunjuk ke arah belakang pom bensin.

“Saya tinggal sama anak saya.  Anak saya ada 6 orang, Sekarang saya tinggal bersama anak saya yang rumahnya dibelakang pom bensin. Dia kerjanya satpam.” Jelas kakek.

“Saya menyekolahkan anak saya hingga SMA dari hasil mengamen” tambah kakek.

“Wah, berarti suara kakek boleh juga ya,” jawabku sampai tersenyum

Dan kakek pun ikut tersenyum

Tiba-tiba kakek bercerita, ”Istri saya sudah meninggal 2 tahun yang lalu, meninggalnya saat sedang melaksanakan sholat shubuh. Saat sujud kedua tidak bangun lagi, kakek bercerita dengan senyum tipis. Kakek bercerita sambil mengingat sosok istrinya.

AKu, cicit, dan ilmi serentak mengucapkan masya Allah.

“Alhamdulillah, semoga khusnul khotimah istri kakek” kata cicit


Sepertinya kakek sedang merindukan istrinya J dan kurasa kakek benar-benar mencintai istrinya.  Bayangkan sajah, Kakek  menderita sakit sejak tahun 82 dan selama itu pun sang istri menemaninya dalam melawan penyakitnya.


Ya, kakek telah menderita sakit sejak dari tahun 82. Beliau sudah mencoba berobat kesana kemari. Berobat ke rumah sakit khusus kanker yang ada di Jakarta pun pernah. Tetapi , memang untuk masalah biaya, kakek menggunakan dana pribadi, hasil menjual rumahnya yang ada di BIMA. Karena tidak ada bantuan untuk meng-cover semua biaya operasinya. Kakek sudah dioperasi sebanyak tiga kali. Saat ini pun kakek disarankan untuk operasi lagi. Tapi kakek memilih untuk tidak melakukan operasi. Ya mungkin karena pertimbangan biaya dan umur yang sudah tua.


"Kek, sudah mendapatkan bantuan   dari pemerintah yang baru2 ini dibagikan?”tanyaku

“ Tidak dapat” saat itu kakek menjawab sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

“tapi di pemerintahan sebelumnya pernah mendapatkan bantuan sekali” tambah kakek.


Entahlah apa belum dapat atau tidak dapat, tapi kakek tidak mengeluhkan atau complain tentang pemerintahan secara berlebihan di depan kami.  Kakek lebih senang berbicara tentang kehidupanya, perjuangannya dan pengalamannya selama ini.

Oia, meskipun kakek terserang penyakit di bagian mukanya, keadaan fisik kakek secara umum terlihat sehat dan untuk berjalan pun masih tergolong berenergi untuk  seumuran kakek.


“Kek, apa sih rahasia kakek agar tetap bersemangat dan sehat” Tanya cicit

Kakek pun memberitahu kami resep semangat dan kebugaran miliknya. Kami agak kesulitan ketika  kakek  menasehati kami agar membaca nama surat dalam Al Quran.


Cicit pun berkata “ Bentar kek ditulis saja,.”

Lalu aku mengeluarkan note book dan pulpen dan memberikan pada kakek untuk menuliskan surat yang dimaksud.

“Al Kahfi”, tulis kakek.

Kami bertiga serentak berkata ‘”oooo, Al Kahfi”

Kakek melanjutkan menuliskan nama surat   Ar Rahman dan “Tabarakalladzi”.

Ilmi lalu berkata “Itu surat Al Mulk”

“Mungkin kakek tidak hapal kalau nama suratnya Al Mulk dan hanya mengingat ayat pertamanya saja yang sering dibacanya.” pikirku


Berikut  poin-poin penting nasehat dari kakek yang kami rangkum :

1. Jangan pernah meninggalkan sholat 5 waktu

2. Lakukanlah sholat dhuha dan tahajud

3. Selalu baca Al Quran meski Cuma 1 ayat sehari

4. Membaca Surat Al Kahfi pada malam Jumat/hari Jumat

5. Membaca Surat Al Mulk

6. Menghormati kedua orang tua

7. jangan lupa selalu terenyum karena senyum itu adalah ibadah

8. Selalu berbagi dan memberi

9. Sabar dan tabah dalam menjalani kehidupan dan percaya pada pertolongan Allah


Tentang menghormati kedua orang tua, kakek menceritakan saat terakhir beliau pulang ke BIMA. Sebelum orangtuanya meninggal,  alhamdulillah kakek masih sempat untuk bersimpuh di kaki kedua orangtuanya untuk  meminta maaaf .

Kakek bercerita sambil meneteskan air mata.Kami yang mendengarnya jadi ikut terbawa suasana haru.

Begitupun aku, yang saat itu langsung teringat kedua orang tuaku.


“Kakek, sebenarnya saya dan teman2 lainnya yang hari ini tidak hadir, berencana untuk silaturahmi ke rumah kakek.” Kataku

“Boleh boleh. Tapi kalau mau ke rumah, kasih tau saya  sebelumnya. Takutnya, saya sedang tidak di rumah anak saya, yang di belakang pom bensin.  Karena terkadang saya tinggal di rumah anak saya yang lain.” jawab kakek

“Baik kakek, nanti kalau kami mau silaturahmi ke rumah kakek, intan atau teman kami yang lain akan ke pom bensin, untuk memberitahu kakek.” kataku


Sebelum berpamitan, kami memberikan kantong berisi plester  dan kain kasa untuk kakek. Aku dan teman – temanku memang berniat untuk membelikan plester dan kain kasa.


Sebelumnya intan bercerita kalau kakek harus ganti plester setiap habis berwudlu.   Salah satu temanku, yang dipanggil uni, seorang apoteker, jadi aku bisa  bertanya-tanya perkiraan kebutuhan plester dan kasa untuk kakek selama sebulan.

Sekedar sharing sajah untuk informasi, Harga plester di suatu apotek merk leucoplast ukuran 2.5 cm x 5m/pc itu sekitar Rp. 34,000.00 dan kain kasa 4mx8cm seharga Rp. 12,000 atau Rp 18,000 untuk merk yang berbeda  sedangkan kasa kotak 16 pcs seharga Rp, 9,000 atau Rp 5,000 untuk merk yang berbeda.


Jika kakek mengganti plesternya setiap habis sholat kemungkinan setiap minggu akan membutuhkan ±1 roll plester dan± 1 roll kasa. Kalau dijumlahkan,dalam waktu seminggu kakek membutuhkan ±Rp, 46,000 untuk biaya plester yang menutupi bagian hidungnya.

Kakek menerima plester dari kami  sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Kemudian kakek mendoakan kami semua. Doa pun diakhiri dengan membaca Al Fatihah bersama. Lalu kami mengaamiinkan dengan penuh semangat.


Semoga kakek pundiberikan rejeki dan kesehatan dan semoga banyak orang yang mau membantu kakek, setidaknya untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan kakek. Aamiin


Lalu kakek berpamitan pulang . “Assalammualaiykum” ucap kakek

Dan kami bersama sama menjawab “waa’laiykumsalam”


Tak lama, sahabat kami, intan datang. Intan memang berencana untuk ikut bertemu dengan kakek. Namun karena ada kerja overtime di kantornya, dia baru bisa datang pada sore hari.

Karena kakek sudah pulang,  Intan mengajak kami untuk ke rumah kakek. Lalu intan membuka isi dompetnya dan mengeluarkan secarik kertas yang tertulis  alamat rumah kakek.


Kami menyusuri jalan yang ada di sebelah pom bensin  dan berhenti di depan warung untuk  bertanya pada pemilik warung di pinggir jalan.  Saat kami tanyakan alamat kakek, bapak- bapak disana kebingungan dan saling bertanya satu dan lainnya.

Lalu aku  berkata “Sebenarnya kami cari alamat  rumah kakek2 yang penjual koran di pom bensin di pal batu . Kakek yang pake plester di bagian hidungnya, ada yang tau kah pak?”

“Oh, kakek itu” bapak2 itu serentak menjawab dan menunjukan arah rumah kakek .


Kami mengikuti petunjuk arah lalu menemukan pemukiman padat penduduk.  Namun hujan tiba-tiba turun dengan deras, dan hanya 2 orang  dari kami yang membawa payung dengan ukuran kecil . Sehingga  kami pun memutuskan untuk kembali ke pom bensin. Setibanya di pom bensin, kami menunggu hujan reda di mushola sambil membahas tentang pertemuan dengan kakek hari ini.


Hari ini kami mendapatkan pelajaran yang berarti, pengingat bagi kami, sebuah lantunan ayat dalam Surat Ar Rahman yang dikonversi dalam sebuah cerita dari sosok kakek.


Jazakallah khairan katsiran kakek Abdul Rahmat sudah berbagi pengalaman hidup dan nasehat untuk kami.  Semoga kakek tetap istiqomah dan begitupun kami.

Selalu ada hikmah dari sebuah pertemuan. Karena tidak ada pertemuan yang sia sia.

Semua atas ijin Allah =)

Insya Allah wisata hati ini menjadi barokah buat kami dan kakek.. Mengajak mereka yang tahu kisah kakek untuk tetap bersemangat beribadah,  selalu bersyukur, dan semakin giat berbagi kebaikan dengan sesama...







Rabu, 08 Oktober 2014

Dia Yang Namanya ada di Lauh Mahfudz




Demi Masa…

Jadikanlah aku , keluargaku dan sahabat sekalian menjadi pengecualian orang2 yang merugi..
Berikan inspirasi pada nalarku mengiringi jari jemariku…
Untuk mengabadikan skenario skenario Mu Yang Maha Baik…

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya [pula], dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata [Lauh Mahfudz]
QS [6] : 59






Dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz…

Assalaammu'alaiykum warahmatullahi wabarakaatuh wahai sesorang yang namanya tertulis di Lauh Mafudz,,,

Apa kabarmu? Bagaimana aktivitasmu?

Rasanya banyak sekali pertanyaan yang ingin aku ajukan padamu…

Tapi sepertinya semua itu hanya bisa aku skip dahulu…

Karena aku pun bahkan belum tahu siapa kamu yang akan menghabiskan sisa umurnya bersamaku…

AKu disini sedang menyibukan diriku,, menyibukan diriku untuk memperbaiki di beberapa sektor  :D

Iya dalam perjalanan menujumu inih banyak sekali lika liku kehidupan yang aku hadapi,, semuaa ituh skenario yang Allah berikan untukku hingga aku menjadi aku yang sekarang.

Doakan aku yang sedang dalam metamorfosis  kehidupan inih,, agar aku terus SEMANGKA untuk menjadi pribadi yang makin baik yang Allah, keluarga, dan sahabat,,

Aku yang sedang memperbaiki diri hingga aku siap secara mental  untuk komitmen  menjadi seorang istri yang berjuang  bersamamu untuk menciptakan sebuah keluarga yang di dalamnya seperti surga..

Dan aku yakin, kamu dimanapun kamu berada, pasti juga sedang sama-sama berjuang untuk meningkatkan kekuatan frekuensi gelombang  jodohmagnetikmu agar Sensor  Radarmu memancarkan gelombang itu kearahku..Gelombang Jodohmagnetik yang akan  aku pantulkan kembali , hingga  kamu pun tau bahwa pemilik rusukmu itu adalah aku…

Hingga akan ada masa dimana keberadaanku akan menarik radarmu,,dan pancaran gelombangmu membuat aku terpana kearahmu…

Hingga akan ada getaran dari suara hati bahwa kamu orang nya yang namanya ada di Lauh Mahfudz,,, dan aku orangnya,bagian dari rusukmu yang hilang itu…

Aku dan kamu,,  kita akan  sepakat  untuk hal2 yang harus disepakati dan hal2 yang tidak disepakati…

Aku dan kamu… kita akan sama2 belajar mengerti dan memahami kelebihan dan kekurangan masing2 untuk saling menerima dengan catatan dan saling melengkapi tentunya…

Aku dan kamu.. kita akan membesarkan anak2 kita dengan kasih sayang,,mengenalkan kepada mereka tentang Sang Pencipta Alam semesta…tentang ciptaan Nya, agar tertanam pondasi2 kecintaan kepada Sang Pencipta..Mari bersama sama mengarahkan mereka untuk mempunyai tujuan hidup yang mulia,, bermanfaat baik bagi lingkungan sekitar dan banyak orang…


Aku dan kamu… semoga orang tuamu menyayangi aku dan semoga orang tuaku menyayangimu…

Hingga bersatunya aku dan kamu… Menjadi barokah bagi kita dan keluarga kita..

Aku tak menjanjikan bahwa aku bisa seperti apa yang kamu inginkan…

ku hanya akan berusaha agar kamu tenteram  bersamaku….


========================================================================
DIA YANG NAMANYA ADA DI LAUH MAHFUDZ

JODOH…

topik pembahasan yang kuat sekali sinyalnya


Membuat aku dan sahabat2 inspirasiku bersemangat ketika topik itu dimulai..


Bagi yang memang sudah mendambakan pendamping dalam hidupnya…


Bagi yang memang ingin menambah ilmu tentang topik ini..


Bagi yang ingin berbagi tentang kisahnya… kisah pencarian hingga kisah menemukan dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz (Next Segment :D )


Setelah mencoba mencari tau dari beberapa referensi dan skenario yang dialami sahabat2 inspirasiku,,


Deskripsinya kira – kira seperti berikut….


Dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz ituh seseorang yang seharusnya “seperti” kita…


Memiliki tingakatan yang sama di hadapan Nya..


Maka jika belum juga bertemu dengan dia yang namanya di lauh Mahfudz..


Yang perlu dilakukan adalah bercermin.. yah bercermin yang lama…


Mendeskripsikan orang seperti apa yang ada di cermin itu…


Mencoba menelaah hijab2 yang ada di dalam diri sendiri yang menjadi penghalang antara kita dan dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz….


Banyak cerita dari teman2 dari pencarianya menemukan Dia Yang Namanya Tertulis di Lauh Mahfudz


( Next Segment :D)


Jika ingin menjadi keluarga yang diridhoi Sang Pemilik Alam Semesta ini,  Sakinah Mawadda Warohmah, jalan terbaik  adalah dengan perbaikan diri untuk memantaskan diri di hadapan Nya…


Mungkin ada juga cara berbeda yang bisa ditempuh.. tapi  akan ada yang berbeda dalam cerita kehidupan yang diarungi…


*you can check with married person J


Tahukah kamu kenapa masih sajah kita belum menjadi halal dengan dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz,,, beberapa referensi mengatakan bahwa penghalang penghalang itu ada dalam diri kita sendiri….


Mungkin kita punya hubungan yang tidak cukup baik dengan orang tua kita.. hingga ridho mereka pun tertahan di langit..


Mungkin kita punya hubungan yang tidak baik dengan orang2 disekitar kita…  mungkin kita pernah menyakiti orang lain…. Mungkin kita masih menyimpan rasa tidak suka atau dendam dalam hati kita…


Mungkin ada kelakuan dan sikap kita yang tidak baik..


mungkin masih ada maksiat yang membayangi…



Dan mungkin ada yang salah dengan ibadah kita…. Mungkin kita pernah, kadang atau sering tidak melakukan kewajiban kita beribadah… atau mungkin kita lalai dan sering mengakhirkan sholat


Astagfirullahaladzim


Tidak perlu mengelak atau mencari pembenaran.. cukup jujur pada diri kita sendiri… lalu bertaubatlah…


Sebaik-baiknya taubat…


Lalu,  konsentrasilah dalam perbaikan diri… memperbaiki kualitas ibadah dgn ibadah diawal waktu dan khusyuk,, memperbanyak ibadah sunah… memperbaiki hubungan dengan orangtua dan memohon ridho mereka… memperbaiki hubungan silaturahmi dengan orang2 terdekat… berdoa… dan yakin, yakin bahwa Allah akan memeberikan kemudahan dan jalan bagi hambanya yang setelah berikhtiar dan berdoa lalu ia  bertawakal dan percaya bahwa Kejutan Istimewa itu telah disiapkan oleh Allah.. Bukankah Allah seperti prasangka mahkluknya?  =)





Meski kadang gelisah menghampiri,,, jangan biarkan galau terus melanda….


Jika hanya dengan mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah lah hati menjadi tenang… baiknya kita minta kepada yang Maha membolak balikkan hati ini untuk menetapakan hati kita  pada agama Nya… Allah, Tuhan Semesta Alam….


Kita sama2 menanti kejutan istimewa dari Nya…  dan semoga kita bisa mengisi penantian itu dengan hal2 yang baik dan bermanfaat…


Jadikan masa2 penantian itu sebagai waktu untuk mensyukuri nikmat Allah… mensyukuri atas semua yang sudah kita punya,,  menjalin hubungan yang baik dengan orangtua, keluarga dan sahabat dan membantu sesama..


Sehingga dalam masa penantian ituh bukan menjadi masa sedih kehidupan..


Sehingga dalam masa penantian itu menjadi barakah  menemukan dan melakukan kebaikan2  dalam kehidupan.








======================================================================= 

Dan dalam masa penantian itu… sahabat-sahabat inspiraskuh,,, menuliskan untaian kata untuk mereka yang namanya ada di Lauh Mahfudz ..


Bisa jadi, suatu hari lewat tulisan inih, mereka yang namanya ada di Lauh Mahfudz untuk kita,  akan tersenyum melihatnya…



“Untuk suamiku, aq harap kita bisa menggapai surga dengan pernikahan ini. Aamiin” 
- Ratih-

”Untuk seseorang yang kini telah menjadi jodohku, saya berharap kita tidak hanya berjodoh di dunia tetapi Allah selalu menyatukan kita kelak di surga Nya.  Mudah-mudahan saya bisa menjadi istri yang sholihah dimatamu, walau saya jauh dari kata sempurna. Aamiin.”
-Rizka-

 “I LOVE YOU Mas”
-Ridha-

“Kamu jangan sampai kurang piknik ya beb!kowe kudu semangat! “
-Nanta-

“Tunggu aku ya, tunggu aku nyelesaian pendidikan dulu”
-Isal-

“Jadilah seseorang yg bertanggung jawab terhadap keluarga dan selalu sayang keluarga”
-Olvi-

“ Maaf, sya blm pantas menjadi calon imam yang baik”
– Arie-

“Aku mw ke Jepang 2 minggu sm kamoh yank terus abis itu kita umroh :D”
– Sari-

"Darimu semua ini bermula…keteguhan hatimu yang tak pernah bosan menasehatiku.. berkat dirimu kutemukan jalan yang lurus… dan kini saatnya  ita jalan bersama… Insya ALLAH"
#47 –Richo-

Untuk jodoh...Qt Sama2 memantaskan diri y cinta
Harus yakin Allah m'berikan pasangan hidup manusia yg pas saling melengkapi satu yg lainny..
Hai jodoh kamu kan punya tangga, aku kan punya rumah
Yuk kita berumah tangga #eeeeaaaaa
– Mr. X-Ray-

Terima kasih bidadaRIKU sudah bersedia menjadi teman dunia juga akhiratku. Mari bersama tumbuh dan berjuang meraih SuksesMulia.143.Miku Riku
–Agusta-

Aku telah mengenalmu melalui do'a2ku di setiap sujudku di malam2 panjang yang sunyi...
Mungkin bagaimanapun keadaanku saat ini adalah perwujudan dari do'a2 yg kau panjatkan pula pada-Nya... Yg aku tau kamu, sebagaimana pula aku, tidak bisa mempercepat terjadinya pertemuan yang telah ditunggu2…
Yang kuyakini jika suatu saat kita bertemu itu adalah berkat kemurahan dan kasih sayang dari-Nya…
Bersabarlah dan tetaplah istiqomah Akhi…
- Ilmi-

ThanksForErasingTheWordNightmareFromTheDictionaryOfMyLife. YouHaveMadeMyLifeADreamAComeTrue
-Iin-

Teruntuk kekasih halalku yang masih disimpen sama Allah… Jaga baek hatimu disana yak, seperti saya selalu menjaga hatiku disini…
Kelak kita akan membina keluarga yang romantis, punya anak-anak yang lucu2 dan imut2, Dan kubimbing engkau dan keluarga ini sesuai denga Al Quran dan Sunnah hingga sampai saat nanti kita kan dikumpulkan bersama2 di Jannah-Nya… Amiinnn…
- Priyo-


Aku bersyukur Allah telah mempertemukanku padamu. Aku akan mentaati dan menemani perjalanan hidup bersama suamiku sampai menuju jannah-Mu. Aamiin
– Dita-

  Karena jodoh itu merupakan bagian dr takdir yg kita tidak bisa terka. Tp aku yakin "takdir itu yidak seperti tarikan garis lurus yg kita tau ujungnya" tapi setidaknya kita harus selalu ikhtiar dan tawakal dalam membina keluarga yg sakinnah, mawaddah warrahmah
–N.Fitri-

Bimbing aku sampai akhir hayatku, tegur aku saat aku mulai lengah dan lalai thdp kewajiban2ku thdpmu & kewajiban2ku kpd Allah SWT
– Ika-


Tunggu aku datang melamar kedua ortu mu, dan kita langsung ijab qabul menuju pelaminan membangun mahligai rumah tangga yg sakinah mawaddah warahmah dan jadilah istri  sholehaku dunia akhirat..
-Afhdol-

saat ini namamu masih rahasia
Namun ku percaya engkau ada di masa depanku
#menantimu dalam taat
– Ridwan-

Aku ingin berusaha & bisa mencintai & menyayangimu karena Alloh, bersama membangun rumah tangga dengan cara Allah
– Wahyu-


Aku mau Tanya “Mertua aqoh baik enggak”
– Intan-

Aku sayang kam
– Riski-

Semoga kita bertemu dan berpisah karena Allah. Jadilah imam yang baik dalam hidup saya dan kita bisa saling mengingatkan agar menjadi yg terbaik di mata Allah. Supaya jodohnya di dunia sampai akhirat
– Maya-
===================================================================


Jika kita sudah melalui tahapan membersihkan diri, memperbaiki diri tetapi dia yang namanya di Lauh Mahfudz itu masih juga belum datang… Berhuznudzon saja kepada Allah..



Mungkin dia sedang mempersiapkan dirinya lebih baik atau Allah ingin kita lebih mantap lagi sebelum disatukan dalam ikatan yang halal… DIA memberikan kita waktu lebih untuk  menanti dalam taat & sabar untuk sesuatu yang istimewa…



 Karena dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz akan datang kepada kita pada saat yang tepat..  saat kita siap menurut Nya.. semoga orang-orang disekitar pun sama2 sabar dan percaya akan hal itu

Karena dukungan dari keluarga dan orang-orang yang menyayangi akan menambah kekuatan tersendiri

Awali semua dengan niat baik dan pacu dengan perbaikan diri…

Nantikan Kejutan Nya