Ya Allah berikan inspirasi pada nalarku mengiringi alunan jemariku…
Untuk mengabadikan skenarioMu Yang Maha Baik…--------------------------------------------------------------------------
Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
(QS. At Takwir 27-29)
Perbincangan
memori di masa lalu datang menyapa..
Aku
berjalan di trotoar ini, bersama mereka yang tak terbiasa dengan kemacetan..
Tentu
saja karena mereka berasal dari negeri singa..
Aku
terhenti di satu titik, lalu pandanganku berlabuh pada jalan yang seperti
jalur MRT
Anganku
teringat langkah kaki seseorang di halte Jurong Point..
Seseorang
yang sedang bersemangat menggapai mimpi..
lalu
kucari foto seseorang itu yang sedang tersenyum di depan patung Singa..
Hehe...
Dia memang sosok gadis yang semangat mengerjar impian..
Impiannya
yang mengantarkanku mencari cinta yang hakiki
Menikmati
Kesunyian di Negeri Singa
Hari ini,
pertama kalinya aku berkeliling Negeri Singa dan bertemu dengan teman-teman
baru.
“Sepi
gini jalanan,” ucap sahabatku
“Iya ya,
disini gamacet!” “Hai lihat bis sudah datang”, ucapku
Lalu
akupun mempercepat langkah menghampiri bus.
“Heh...”
Namun
langkahku terhenti dan memperlambat langkah, perlahan namun pasti menuju pintu
bus.
Kulihat
orang-orang mengantri rapi membuat satu banjar dan satu persatu memasuki bus
dengan tenang.
“Lupa!
ini bukan jakarta, yang kalau bus datang lalu mesti gercep untuk bisa masuk ke
dalamnya,” kataku dalam hati.
Di dalam
bus aku berbincang bersama teman-temanku. Sesekali kami tertawa. Namun
sepertinya hanya suara kami yang terdengar. Kuperhatikan orang-orang di dalam
bus yang kami tumpangi.
Weleh-weleh,
ternyata mereka pada fokus sama Iponk nya masing-masing!
Halal Food, I’m Comiiiiing
Di Negeri Singa, aku dan
sahabat-sahabatku harus teliti memilih makanan karena banyak tempat makan yang
tidak halal. Alhamdulillah, kami sudah mengantongi nama tempat makan yang sudah
dipastikan Halal Food.
"AHAA, Banquet!!"
"Aku mau beli Korean Food ajah, mumpung dijamin Halal! Ayo kita top up kartunya," ajaku pada teman2
"AHAA, Banquet!!"
"Aku mau beli Korean Food ajah, mumpung dijamin Halal! Ayo kita top up kartunya," ajaku pada teman2
Kalau ragu, maka aku dan
sahabatku akan mencari restoran India untuk makan. Cobain deh nasi Briyani yang
famous itu. Enaaak tenannn! Ini kalau isi dompet masih agak penuh. Kalau lagi
menipis, di deket stasiun MRT ada Halal Food yang kita bisa makan dengan
seharga $S2 dolar saja. Tentu kami sudah terdaftar jadi pelanggan setianya.
Hehe..
Ada juga masakan padang, tapi
rasanya lebih oke masakan padang di negeri sendiri.
Ngikut Trend Foto di Depan
Merlion
Belum sah kalau ke Negeri
Singa tapi gak foto di depan merlion. Setuju?!
“Mau makan es krim gak?”
Tanya ka Mita
“Ini es krim khas Singapore,
makanya pake roti gitu, “tambahnya
Tanpa ragu aku pun menjawab,
“Mauuuuuu!!!”
Ini es krim nya enak banget
deh, harga murah meriah S$ 1 saja loh :D
Kami melanjutkan perjalanan..
Kulihat orang-orang disekitar
menggunakan payung.
“Kok siang-siang pada pake
payung ya, kan ga ujan” tanyaku pada ka Mita.
“Klo di sini payung lebih
difungsikan buat melindungi kulit dari panas matahari loh,” jawabnya
“Iya sih, panas nya menyengat
kulit ya! Bahaya!”ungkapku
Hari ini, kami menikmati
langit Negeri Singa dengan berjalan jalan di sekitar patung Merlion, Esplanade,
hingga ke Marina Bay.
“Cheees!”
Kami pun foto bersama-sama,
tak lupa ikutin trend foto di depan patung Merlion :D
Horeee, ke Sentosa Island!
Petualangan di Negeri Singa
ini diakhiri dengan mengunjungi Sentosa Island. Banyak permainan yang
baru pertama kali aku lihat. Sentosa Sky and Luge jadi permainan
favoritku kali ini. Seruuu, meluncur menyusuri trek turunan yang cukup
panjaaang. Ada beberapa spot dengan tikungan yang tajam. Memicu adrenalin!
Terus kalau mau asik liat
pemandangan di Negeri Singa, bisa loh naik Tiger Sky Tower. Yang akan membawa
kita tinggiii untuk bisa menikmati keindahan panorama sekitar.
Oh iya ada satu permainan
lagi yang cukup berkesan yaitu segway Fun Ride. Ga tanggung-tanggung,Jackie
Chan jadi model di Banner permainan ini. Cuma aku cukup kesulitan untuk
menggunakan alat ini. Tadinya mau seru-seruan eh malah keder sendiri, hehe!
Thanks a lot untuk
teman-teman yang sudah mengajakku ke Sentosa Island.
“Kok aku gak mendengar suara
adzan ya?”
Sengaja aku ceritain hal-hal
serunya dulu tentang petualangan di Negeri Singa.
Lalu setelah menikmati semua keseruan itu ada titik balik di mana aku bertanya
tanya pada orang sekelilingku. Flash back dari keseharianku di bumi pertiwi,
lalu aku diantarkan untuk menjalani petualangan selanjutnya.. Petualangan Hati!
“Kok aku gak mendengar
suara adzan ya?” tanyaku pada ka Mita
Teman-teman yang lain melihat
ke arahku dan tersenyum.
“Memang disini jarang ada
mesjid!” jawabnya
“Terus kalau laki-laki yang
pada mau sholat Jumat gimana ya?!”aku bertanya lagi
Salah satu dari mereka
menjelaskan jika mereka sudah bekerja,terkadang mereka tidak memperoleh
ijin untuk sholat Jumat dari atasan atau bahkan terkendala karena lokasinya
yang cukup jauh sedangkan mereka dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan mereka
hari itu juga. Sebagian lainnya lebih dimudahkan karena memperoleh ijin untuk
keluar kantor dan melaksanakan sholat Jumat.
“Saya harus menaiki taksi
untuk pergi sholat Jumat ke mesjid, dan jaraknya cukup jauh dari kantor,
memerlukan sekitar $S 4 dalam sekali perjalanan,”jelasnya.
“Untuk melakukan sholat
sehari-hari pun tidak ada tempat khusus, kadang mereka sholat di tangga
darurat, atau di ruangan kosong yang sedang tidak digunakan di kantor,”
tambahnya.
Ternyata
Kenikmatan-kenikmatan yang aku peroleh disana karena peraturan dan
lingkungan yang tertata rapi berbanding terbalik dengan kemudahan
menjalankan ibadah. Kenyataan ini membuatku bercermin, betapa banyak fasilitas
ibadah yang ada di bumi pertiwi, namun tak jarang dari kaum muslim masih
berat melangkahkan kaki ke mesjid untuk beribadah.
“Fabiayya irobbikuma
tukadzikban?”
“Lalu nikmat Tuhan kamu
manakah yang kamu dustakan?”
Ayat yang selalu teringat
setiap kali kudapati jika mesti sholat di tangga darurat.Tak ada pengingat
waktu sholat, maka harus terbiasa untuk melihat jam agar sadar jika sudah masuk
waktunya. Selain itu, aku pun belajar untuk berwudlu di wastafel. Pernah
suatu hari aku terburu-buru mengejar waktu untuk sampai di kediaman untuk
memburu waktu sholat karena di tempat transit bus, dan Mall yang kujumpai saat
itu tidak ada mushola.
Beberapa pekan berpetualang
di Negeri Singa, baru sekali kudengan kumandang adzan. Menempuh
perjalanan yang lumayan jauh untuk tiba di mesjid terdekat. Monohok sekali,
padahal setiap hari di negeriku, aku selalu mendengarkan suara adzan. Tapi ya
rasanya biasa saja. Namun kali ini, di Negeri Singa aku mendengar suara adzan
sampai berlinang linang air mata.
Rasanya sulit dijelaskan dengan kata-kata..
Pencarian Pun Dimulai
Alhamdulillah, kembali ke
bumi pertiwi dengan selamat. Kedatanganku disambut gembira oleh keluarga.
“Gimana disana?”, tanya
orangtuaku
“Aku gak banyak denger suara
adzan disana,” jawabku
Perbincangan ini pun
berlanjut dengan pengalamanku untuk bisa beribadah di Negeri Singa. Bukan
tentang Patung Merlion yang terkenal, atau dengan keseruan wahana yang ada di
Sentosa Island.
Aku berkata “Aku kangen
masakan mama.”
“Disana masakan padang pun
rasanya hambar,”tambahku
Sekembalinya ke ibu kota,
pencarian pun dimulai untuk mencari yang dirindukan. Hehe.
Petulangan di Negeri Singa
sukses membuat aku merindukan mesjid.
Seperti orang kehausan yang
mencari air, aku pun sibuk mencari info –info kajian di mesjid.
Pencarian ini dimulai dengan
langkah hati di mesjid Istiqlal. Setelah itu, bersama teman-teman, aku pun
beberapa kali hadir kajian di Istiqlal.
Allah Maha Baik, aku
dipertemukan dengan seseorang yang pernah jadi anggota RISKA. Melalui Ka
Lisa, aku melangkahkan hati ke Mesjid Sunda Kelapa. Dan ini pertama kalinya
jadi remaja mesjid. Alhamdulillah, Masya Allah dipertemukan dengan sahabat
–sahabat yang sesuatu di RISKA.
Warna warni remaja mesjid
menghiasi hari-hariku. Beberapa diantara mereka menjadi sahabat yang seru.
Hingga kini pun kami masih saling mengikatkan persahabatan di grup “Tanpa Nama”
dan “rumah PHD”. Dimulai dari status single hingga saat ini, kami sudah mempunyai
keponakan-keponakan yang lucu dari sahabat yang sudah menikah.
Suatu hari, sahabat kuliahku
yang baru saja menjadi mualaf, mau menginap di kosan.
“Teteh ikut nginep ya twins,
besok mau ke DT Jakarta, ada bimbingan untuk mualaf.”
“Emang ada ya teh DT
Jakarta?” tanyaku
“Ada, itu deket kosan kamu
loh.”jawab teh Ulie
“Wah baru tau” kataku.
“Ikut aja yuk!”ajaknya
“Next time teh, aku ada kegiatan lain.” jawabku
Sejak itu, teh Uli belum
sempat lagi nginep ke kosanku dan keingintahuanku tentang mesjid DT pun belum
tercapai.
Namun siapakah pembuat
skenario terbaik? Allah kan?!
Seorang sahabat sharing info
untuk mengikuti kegiatan Androhid *kini namanya PIN Baku (Pendidikan
Integritas Baik dan Kuat) di DT
“Yuk pada ikut androhid,”
ajak Sacil di grup WA
“Apaan tuh androhid?” salah
satu bertanya
Lalu penjelasan pun
dimulai.
“Ya intinya itu kelas
pembinaan karakter gitu untuk menjadi seorang abdillah.”tambah Sarcil
Sebenernya penjelasannya
belum dicerna dengan baik oleh pikiranku. Tapi entah mengapa, rasanya excited
pengen tahu apa aja kegiatan Androhid. Aku dan beberapa orang sahabat pun
akhirnya mendaftar.
Outbound yang seru kami lalui dengan happy di orientasi Androhid kali ini.
Lalu kelanjutan pendidikan
integritas baik dan kuat pun dimulai dengan nama kelas "mentari
hati".
Bagi seseorang yang haus akan
ilmu akhirat, kelas ini seperti rumah yang hangat.
Guru yang dengan ahsannya mengalirkan ilmu-ilmu dari Allah kepada kami agar
kami menanamkan dalam diri kami, jiwa seorang abdillah.
Jika kamu bertanya padaku apa
itu Kelas Mentari Hati? Maka bagiku adalah rumah yang atas ijin dari Allah aku
belajar berdamai dengan diri sendiri. Disini aku dan sahabat-sahabatku menebar
benih cinta padaNya. Dari hati kelabu yang terhalang semak belukar dan akar
berduri. Maka hangatnya mentari di rumah ini mengubah hati menjadi merah
segar karena cinta pada RabbNya yang terus bertumbuh.
Cinta yang setahap demi
setahap ini kami ungkapkan melalui dakwah. Dakwah pada setiap peran yang Allah
berikan pada diri masing-masing. Jalan dakwah tak selamanya mulus. Jika
dakwahmu karena cinta padaNya maka tiada mungkin tanpa ujian.
Pasang surut itu terkadang
menghampiri. Terkait pasang surutnya semangat dakwah, salah satu sahabatku
pernah berkata, “Ingatlah apa tujuan awalmu, kenapa kamu ada disini.” Lalu aku
pun flash back berulang kali,kutulis apa yang tersimpan dalam memori. Bagaimana
Allah memperjalankanku hampir seribu kilometer hanya untuk jatuh cinta pada
mesjid.
Aku pernah bertanya pada diri sendiri, bahkan pada Allah,
"Mengapa aku ada di tempat ini?"
"Kenapa aku?"
Lalu pertanyaanku terhenti di ayat berikut ini :Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan yang lurus itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At Takwir : 29)
"Jika Allah yang menghendakiku untuk ada disni, jika ini adalah peran yang Allah berikan untukku, maka bagaimanapun aku ingin beranjak, Allah sangat mudah mengembalikanku ke tempat semula." Al Quran membantuku menjawab pertanyaan dari diri sendiri.
Mudah sekali bagi Allah membolak balikan hati ini untuk merindu dalam serangkaian pencarian. Hingga Allah mengantarkan pada apa yang Dia tuliskan untukku. Masya Allah, tidak ada yang sehebat skenarioMu.
Aku pernah bertanya pada diri sendiri, bahkan pada Allah,
"Mengapa aku ada di tempat ini?"
"Kenapa aku?"
Lalu pertanyaanku terhenti di ayat berikut ini :Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan yang lurus itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At Takwir : 29)
"Jika Allah yang menghendakiku untuk ada disni, jika ini adalah peran yang Allah berikan untukku, maka bagaimanapun aku ingin beranjak, Allah sangat mudah mengembalikanku ke tempat semula." Al Quran membantuku menjawab pertanyaan dari diri sendiri.
Mudah sekali bagi Allah membolak balikan hati ini untuk merindu dalam serangkaian pencarian. Hingga Allah mengantarkan pada apa yang Dia tuliskan untukku. Masya Allah, tidak ada yang sehebat skenarioMu.
Inilah ukiran rasa seorang
hamba dalam mencari cinta RabbNya






