Copas Feb 2012
Aku tidak ingat seluruh kejadian disaat aku masih balita dulu,,,
Bagaimana ibuku lalu terjaga setiap malamnya karena tangisku,,
Bagaiamana dia selalu berusaha membuatku tersenyum dan menghentikan tangisku
Aku tidak ingat bagaimana upaya ny dalam membesarkanku,,,
Mengajariku berbicara,berjalan,,membaca,,,
aku disekolahkan dan belajar lebih banyak tentang ilmu pengetahuan,,
aku
melihatnya kelelahan,, membereskan rumah,,memasak utk memastikan
anak2nya terjaga dari kelaparan,,bekerja untuk menambah biaya sekolah
kami,,
tapi tak pernah kudengar keluhan darinya,,,
Hingga aku tumbuh menjadi seorang gadis,, Ibu tetap mengajariku mengenal dunia ini lebih banyak,,
Dia
membiarkanku beranjak utk mengenal dunia ini sendiri,, namun dalam
hatiny dia tetap menjagaku dlm doanya,, kekhawatiranya tetap terpancar
dari sorot matanya yg memandangku ketika aku melangkahkan kakiku keluar
rumah,,,
akhirnya aku membereskan kuliahku,,, menjadi seorang
sarjana seperti harapanya,mendapatkan pekerjaan yg mempunyai prospek yg
baik utk karirku,, aku melihat ibu tersenyum bahagia ,,melihat matanya
yg berkaca2 karenanya,,,
Seorang gadis,pada masanya aku bertemu dengan seseorang pria yg membuatku jatuh hati,, lalu kemudian kami menikah,
Aku
melihat kebahagian yg terpancar di matanya yang berkaca kaca,,lebih
dalam emosi yg terasa kali ini,,terutama saat aku hamil,, dia benar2
memperhatikanku,,setiap hari menasihatiku,,memberikan aku wejangan2
berdasarkan pengalamanya,, hanya untuk memastikan aku bisa melewati
tahap ini dengan selamat,,, ketika anakku lahir kedunia Ibu seperti
menjadi orang paling bahagia melebihi kebahagiaan yang kurasa,,
SEbenarny bukan hanya kali itu saja aku melihat nya bahagia,,tentu saja byak hal lainya seperti saat
aku melihat tas ibu atau sepatunya yg sudah rusak lalu kubelikan sebagai hadiah ulang tahun,,
seperti
saat aku memberikan sebagian gaji pertamaku,, seperti saat aku
memberikan uang THR di hari raya,, tapi kemudian Ibu selalu bilang
padaku agar aku pandai pandai menyimpan uangku,,menabungnya untuk masa
depanku,, bahkan ketika aku ingin membantu ibu untuk membiayai adik
adikku yang masih bersekolah,,, ibu tetap mengatakan agar aku pandai2
menyimpan uang untuk masa depanku,, selama ibu mampu, dia tidak ingin
terlalu bergantung kepadaku,,,
Pernah suatu hari ibu melihatku mengangis ketika aku sedang ada masalah dengan suamiku,,
Dia memandangiku dengan iba,, mencoba mendekatiku dan menenangkan aku,,,
Aku
tidak pernah melihatnya begitu sedih,, bahkan tidak pernah sesedih saat
ibu dulu kekurangan uang untuk membiayai kami sekolah,,,
Ibu menasehatiku dan mengajariku untuk sabar dalam menghadapi ujian ini,,
setiap
manusia itu pasti memiliki masalah,, tidak ada jalan yg amat mulus di
dunia ini,,, sikapilah dengan sabar dan bijak, semua yang berasal dari
TUhan, kembalikanlah padaNya,, ujian ini datang dari TUhan untuk
mengajarimu dan mendidikmu menjadi manusia yg lebih bernilai baik,,
semua hal yg terjadi memiliki alas an yg kelak engkau akan mengerti
“ucap ibu
Memang aku tidak mengerti apa maksudnya hingga aku mampu melewati semua permasalahan itu,,
Dan belajar bnyak hal yg membuatku semakin bijak,,
Ibu, disaat usiamu yg renta dan mulai sakit2 an ini,,
Aku melihatmu terkulai lemah di atas tempat tidurmu,,
Aku sangat khawatir denganmu,,
Aku sangat sedih karena belum sempat melakukan banyak hal yang membuatmu bahagia,,
Aku akan menjagamu dalam kesakitanmu,, memapahmu dalam kelemahanmu,,
Tapi
aku benar2 tidak dapat menahan tangisku ketika di rumah sakit itu
engkau menyuruhku untuk pulang ke rumah,,memperhatikan anak2ku,,
suamiku,,krn ibu tak mau aku melalaikan mereka demi ibu,,
Dihadapan ibu, aku tak tahan menahan tangisanku,,
Aku
ikhlas menjagamu, merawatmu di hari tuamu,,saat engkau kesakitan aku
akan memanggil dokter untuk menanganimu tapi Aku tidak akan pernah
bisa membalas apapun yg telah ibu lakukan untukku,,
aku menjagamu
sepanjang malam saat engkau kesakitan,,tapi aku tidak pernah bisa
menandingi waktumu yg telah kau habiskan utk selalu terjaga di malam
hari utk merawatku semasa aku kecil dulu,,
Ibu,, biarkan aku berada di sisimu menemani perjuanganmu melawan sakit ini,,
Aku tidak pernah tau takdir Tuhan, tapi kematian itu adalah sesuatu yg pasti,,
Aku
hanya ingin masih bisa memandang wajahmu , memohon ampunan sebanyak2 ny
kepadamu saat ini,,biarkan aku menemani perjuanganmu,,hingga akhirnya
Tuhan ingin kau kembali pada Nya,, aku tidak akan pernah menangis karena
sesal,,sesal tidak memberikan yg terbaik yg aku bisa lakukan di sisa
hidupmu,, aku tidak mau menjadi orang merugi yg akan menangis di depan
batu nisan krn penyesalan tidak berada di sisimu di usia senjamu,,
Ibu,,aku sayang ibu,,
Tuhan, sayangi ibuku,,
*aku = kata ganti orang pertama :)
~9See~
