Entri Populer

Kamis, 02 April 2015

2 bungkus Kerupuk



Demi Masa…
Jadikanlah aku , keluargaku dan sahabat sekalian menjadi pengecualian orang2 yang merugi..
Berikan inspirasi pada nalarku mengiringi jari jemariku…
Untuk mengabadikan skenario skenario Mu Yang Maha Baik…

 --------------------------------------------------------------------------
  




Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( QS At Taghaabun, 64:11)


Senin itu Jakarta disibukkan oleh kemacetan seperti biasanya. Begitupun orang-orang beraktivitas menikmati kemacetan seperti biasanya. Namun senin ini bukan hari yang biasa bagiku. Ada sesuatu yang Allah berikan untukku, musibah dan hikmah di hari yang sama. Begitulah jika kita merujuk pada kalima bahwa selalu ada hikmah dibalik kejadian…

Seperti biasa aku terduduk di kursi metro mini di sebelah kiri dekat pintu sambil menyender kearah jendela metro mini . Aku  lalu membuka handphone melihat isi chat di what’s up grup.

Teman –teman sedang asyik memperbincangkan suatu hal. Lalu aku pun membalas chat mereka.  Lalu metro mini yang aku tumpangi berhenti agak ke sisi jalan untuk mengangkut penumpang.

Kemudian tiba- tiba ada seekor serangga kecil berwarna hitam yang aku tidak tahu apa namanya hinggap di daerah bawah mata kananku. Lalu dengan paniknya,  aku mencoba menyingkirkan binatang itu menggunakan tanganku. Penumpang lain memperhatikan diriku yang sibuk menyingkirkan serangga itu.

Aku pun berhasil menyingkirkan serangga itu. Namun tak lama setelah itu aku merasakan gatal dan panas di sekitar  mata kananku. Aku mencoba mencari tisu di tas lalu mengelapkannya ke mata sebelah kananku. Saat kejadian itu metro mini masih sekitar 300 m dari kantorku, hingga aku harus menahan rasa gatal yang disertai panas.

Akhirnya setelah sampai di depan kantor, aku bergegas menuju wastafel di lantai bawah. Kemudian aku berkaca, dan mata kananku terlihat bengkak, seperti “bintitan” dan bentol-bentol merah di sekitar kelopak. Astagfirullahaladzim, lalu aku pun mencari botol air dingin untuk mengompres mataku.


AKu teringat temanku yang menggunakan nano spray, bahwa temannya ada yang pernah “bintitan” lalu disemprot pakai nano spray dan tidak lama menjadi normal kembali kelopak matanya tanpa harus menggunakan obat. Lalu aku mengambil nano spray di tas dan menyemprotkannya di daerah sekitar mata berulang kali. Alhamdulillah satu jam kemudian bentolnya berkurang, tinggal kelopak mata yang masih bengkak.


Saat waktu makan siang tiba, aku merasa masih cukup kenyang dengan makanan yang sudah dimakan sebelumnya dan aku memilih untuk menunda jam makan siang. Setelah pukul 15.00  aku membeli makanan di rumah makan dekat kantor. Biasanya aku meminta tolong office boy di kantor. Namun kali ini rasanya ingin pergi dan memilih menu sendiri.

Aku membeli bandeng presto  dan cah kangkung. Warung ini cukup terkenal loh . Ada beberapa artis yang pernah kesini untuk mencicipi rasanya ayam presto atau bandeng presto.

Setelah pesananku jadi, aku pun berjalan keluar dari rumah makan itu. Saat baru beberapa langkah, aku sempat berhenti dan memandang ke arah depan. Aku melihat ada bapak-bapak buta yang sedang berjalan dengan bantuan tongkatnya sebagai penuntun. Bapak – bapak itu menggunakan tas kecil dan terlihat kerupuk yang ditalikan pada rapia di sekitar badannya.


Kulihat ibu-ibu yang sedang berusaha menghampiri bapak-bapak itu dan memberikan uang.

Setelah sempat terhenti, lalu aku melangkah cepat menuju bapak itu. “Pak,berapa harga kerupuknya?”tanyaku

“Yang ini 7 ribu, yang ini 6 ribu” jawab bapak itu sambil tersenyum. Lalu aku mengambil 2 bungkus kerupuk dan memberikan uang bayarannya. “Uangnya berapa mbak?” Tanya bapak itu. “20 ribu pak jawabnya”.


Bapak itu pun melanjutkan perjalannya dengan tongkatnya. Masya Allah bapak itu meski keadaan matanya tidak normal seperti kita, namun tidak menjadikannya peminta minta. Beliau masih berjualan untuk menjemput rejeki Nya.


Ada sesuatu yang membuatku berlinang saat itu setelah pertemuan dengan bapak penjual kerupuk siang ini. Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini karena semua atas ijin Allah.

“Astagfirullahaladzim ya Allah maafkan aku, karena aku tadi merasa kesal, sedih dan panik karena mataku digigit serangga. Padahal sungguh nikmat nya penglihatan yang Engkau berikan. Mungkin aku kurang bersyukur atau menggunakan mataku untuk melihat yang tidak baik.” kataku dalam hati.

Alhamdulillah telah dipertemukan dengan bapak penjual kerupuk itu yang mengajarkan hikmah bagiku.

“Semoga jualanya laku dan semoga bapak penjual kerupuk itu dilindungi dari orang-orang yang iseng dan berniat jahat oleh Allah SWT ” Aamiin


Semoga ini bisa menjadi hikmah bagi kita semua yang membaca =)